Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2019

─Tutorial(?) Kerajinan Limbah Tempurung Kelapa

Gambar
►bahan ►alat ►produk ►proses

─Kerajinan Limbah Tulang Ikan

Gambar
►bahan ►alat ►produk kerajinan ►proses kerajinan

─Kerajinan Sisik Ikan

Gambar
 -- cara mengolah sisik-sisik ikan agar dapat dipakai sebagai bahan baku produk kerajinan. 1. Sisik-sisik ikan direndam selama 2 jam dengan air detergen dan dibilas dengan air bersih sebanyak 3 kali hingga benar-benar bersih dari detergen. 2. Rendam kembali sisik-sisik ikan dengan campuran air jeruk nipis dan air selama 2 jam agar bau amisnya hilang. 3. Pisahkan sisik ikan sesuai ukuran dan ketebalan dan tiriskan dengan saringan. 4. Pemberian warna pada sisik-sisik ikan diperlukan kehati-hatian. Rebuslah air hingga hangat dengan ditambahkan larutan benzoat sebagai pengawet. 5. Masukkan pewarna wantex atau cat tekstil pada panci dan masukkan pula sisik-sisik ikannya. Perlu diperhatikan jangan sampai air menjadi mendidih, karena sisik ikan akan menjadi  matang dan menempel satu sama lain. 6. Matikan kompor dan biarkan sisik-sisik ikan itu terendam zat warna selama 20 menit. 7. Tiriskan sisik-sisik ikan dan keringkan dengan cara diangin-anginkan agar permukaan tidak melengku

Kerajinan Bahan Limbah Keras Organik (Cangkang Kerang)

Gambar
A. Kerajinan Limbah Cangkang Kerang      Sejak dahulu cangkang kerang merupakan produk terbaik yang dihasilkan dari pengrajin Indonesia. Kini banyak negara asing yang turut bersaing mengikuti jejak Indonesia. Dahulu cangkang kerang dibuat menjadi produk mainan anak. Anak-anak sangat senang menggunakan mainan dari cangkang kerang yang berbentuk aneka hewan lucu. Namun, dengan berkembangnya teknologi, produk kerajinan cangkang kerang tidak hanya dibuat dengan cara disusun dan ditempel. Tetapi, juga dibor dan dipadukan dengan bahan logam. --Adapun proses pengolahan cangkang kerang setelah diambil dari pantai sebagai berikut.   1) Cangkang kerang dipilah-pilah sesuai ukuran dan bentuknya.   2) Cangkang kerang dicuci dengan menggunakan air mengalir dan direndam dalam larutan natrium soda, agar sisa-sisa daging cangkang kerang dan kotoran, serta bau yang ada di dalam cangkang kerang dapat larut.   3) Cangkang kerang dikeringkan dengan pengering, tidak menggunakan sinar matahar

Penggolongan Hasil Limbah Keras Dilihat Dari Kondisi Wilayahnya

Di bawah ini merupakan penggolongan hasil limbah keras yang dapat dijadikan bahan baku produk kerajinan dilihat dari kondisi wilayahnya. 1. Daerah pesisir pantai/laut Limbah keras yang banyak tersedia seperti cangkang kerang, tempurung kelapa, sisik ikan, dan tulang ikan. 2. Daerah pegunungan Limbah keras yang banyak dihasilkan di daerah ini adalah lim- bah kayu pinus, kayu abasia, dan kayu kamper. 3. Daerah pertanian Limbah keras yang didapat di daerah ini adalah tulang-tulang hewan ternak seperti tulang sapi, kerbau, kambing, ayam, serta tulang ikan. 4. Daerah perkotaan Limbah keras yang dihasilkan di daerah perkotaan biasanya berupa pecahan kaca, pecahan keramik, potongan logam, dan aneka plastik bekas perabot.

Pengolahan Bahan Limbah Keras

Di bawah ini proses pengolahan sederhana yang dapat dilakukan untuk bahan limbah keras. 1. Pemilahan bahan limbah Seleksi bahan limbah keras perlu dilakukan sebelum proses produksi. 2. Pembersihan limbah Keadaan limbah keras biasanya tidak cukup bersih. Oleh karena itu, perlu dilakukan pencucian dengan menggunakan detergen agar zat bekas makanan atau minuman dapat larut dan limbah keras menjadi bersih. 3. Pengeringan Pengeringan dilakukan secara konvensional yaitu menggunakan sinar matahari langsung atau dapat juga secara langsung dengan dibersihkan menggunakan lap kering. 4. Pewarnaan Pewarnaan pada limbah keras dapat dilakukan dengan cara disemprot atau dikuas dengan cat. 5. Pengeringan setelah pewarnaan Setelah diberi warna, bahan limbah harus dikeringkan kembali dengan sinar matahari langsung atau diangin-anginkan. 6. Penghalusan bahan agar siap pakai Bahan limbah yang sudah kering dapat difinishing agar mudah diproses menjadi karya. Proses finishing juga berba

Prinsip Kerajinan Bahan Limbah Keras

1. Reduce berarti mengurangi segala sesuatu yang mengakibatkan sampah. 2. Reuse berarti menggunakan kembali sampah yang masih dapat digunakan untuk fungsi yang sama ataupun fungsi lainnya. 3. Recycle berarti mengolah kembali (daur ulang) sampah menjadi barang atau produk baru yang bermanfaat. -------------------- Reduce, reuse, dan recycle dalam proses pembuatan produk kerajin an harus selalu dijalankan. Tindakan dapat meminimalisir sampah yang  dihasilkan dalam proses produksi kerajinan.

Jenis dan Karakteristik Bahan Limbah Keras

Gambar
1. Limbah Keras Organik Limbah yang terdiri atas kandungan bahan yang pejal, solid, kuat dan tidak mudah berubah bentuk, berasal dari sumber daya alam daratan dan lautan. Contohnya cangkang kerang laut, sisik ikan keras, tulang ikan, tulang hewan berkaki empat (sapi, kerbau, kambing), tempurung kelapa, dan potongan kayu. 2. Limbah Keras Anorganik Limbah yang terdiri atas kandungan bahan yang kuat dan tidak mudah dihancurkan dengan alat biasa, melainkan harus menggunakan teknologi tertentu seperti pemanasan, pembakaran, dan penghancuran. Contohnya pelat-pelat dari logam, pecah-pecahan keramik, pecahan kaca, wadah/botol plastik, dan kaleng.